Resep Keberhasilan Mediasi Oleh Dra. ERMIDA YUSTRI, M.HI.

 RESEP KEBERHASILAN MEDIASI

OLEH Dra. ERMIDA YUSTRI, M.HI.

Sejak diperbaharuinya Perma nomor 1 Tahun 2008 menjadi Perma nomor 1 tahun 2016 tentang pelaksanaan mediasi maka intensitas keberhasilan perkara mediasi di Pengadilan Agama Bangkinang semakin meningkat. Keseriusan dan keuletan para Hakim mediator tentu menjadi salah satu indikator penting selain faktor pendukung lainnya. Ditambah lagi apresiasi dan motivasi dari Ketua Pengadilan Agama Bangkinang Drs Usman, SH,MH., selaku pimpinan yang senantiasa meminta para Hakim Mediator untuk memaksimalkan usaha perdamaian dalam pelaksanaan mediasi. Maka semua akumulasi ini dipadukan dalam satu wadah yang kemudian menghasilkan resep mediasi yang cukup mumpuni.

Sebenarnya apa keuntungan dari keberhasilan mediasi dibandingkan penyelesaian perkara secara reguler. Setidaknya ada tiga faktor yang membuat penyelesaian perkara secara mediasi lebih baik dari pada penyelesaiaan secara reguler,  yang pertama perkara yang diselesaikan secara mediasi tentu dapat menyederhanakan waktu sehingga perkara tersebut tidak perlu lagi melalui proses persidangan yang mengikuti hukum acara secara biasa apa lagi jika perkara tersebut menyangkut harta seperti mal waris atau harta bersama tentu panjangnya proses persidangan akan memakan waktu yang cukup lama sehingga dengan mediasi diharapkan waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian perkara jauh lebih cepat.

Adapun yang kedua menghemat biaya karena memang prinsip berperkara perdata di Pengadilan secara umum memerlukan biaya, demikian juga halnya di Pengadilan Agama Bangkinang jadi dengan mediasi diharapkan biaya dapat dipangkas sehingga dapat meringankan masyarakat para pihak yang berperkara. Yang terakhir kemanfaatan yang dihasilkan karena dengan penyelesaian secara mediasi permasalahan tersebut dapat dicarikan jalan keluar secara win win solution, coba dibayangkan jika perkara perceraian berhasil dimediasi maka dapat menyelamatkan rumah tangga tersebut dari perceraian, dimana dalam keluarga tersebut ada anak-anak yang tentu terselamatkan dari persoalan rumah tangga orang tuanya serta masih banyak nilai-nilai positif lainnya. 

Karena itu Mahkamah Agung dalam hal ini telah menunjukkan keseriusan bahwa pelaksanaan mediasi mutlak dilakukan namun bukan hanya seremonial belaka akan tetapi dengan bersungguh-sungguh. Keinginan Mahkamah Agung inilah yang ditangkap oleh Pengadilan Agama Bangkinang untuk segera merealisasikan prinsip kesungguhan penyelesaian perkara melalui mediasi. Salah satu bentuk keberhasilan dari kesungguhan pelaksanaan mediasi tim redaksi ambil dari seorang Hakim Mediator Dra. Ermida Yustri, M.HI., yang memberikan tiga sampel perkara yang berhasil dimediasi terkait Harta Bersama yaitu nomor : 0761/Pdt.G/2015/PA.Bkn, dan nomor 0033/Pdt.G/2016/PA.Bkn, serta nomor : 0761/Pdt.G/2016/PA.Bkn, ketiga perkara ini adalah perkara Harta bersama yang nilainya miliaran rupiah.

Keberhasilan ini tentu memberikan sebuah pelajaran penting bahwa perkara yang objeknya bernilai tinggi pun tidak mustahil diselesaikan di meja mediator. Kunci utama tentu kesungguhan dan keseriusan serta jeli melihat momen, karena setiap celah mesti dilihat oleh mediator dalam membangun opini sehingga kemudian muncul keyakinan dari para pihak, kejelian Hakim Mediator dalam berkomunikasi juga menjadi poin penting karena membangun opini dan membuat keyakinan tentu dibutuh bahasa komunikatif yang mewakili kedua belah pihak,  sehingga hasil yang didapatkan dalam pelaksanaan mediasi dapat dimaksimalkan. Semoga kedepan keberhasilan pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama Bangkinang semakin meningkat sehingga dapat menjadi jalur alternatif ditengah kemacetan panjang penyelesaian perkara........Oleh Edy_efrizal@ocuuu

  • Pengadilan Agama Bangkinang Kelas I B

    Jalan Jend. Sudirman No. 99 Bangkinang
    Telp/Fax (0762)20176
    email : pa.bangkinang@yahoo.com
    © Copyright 2016 Pengadilan Agama Bangkinang Kelas I B